Menu Click to open Menus
TRENDING
iklan
Home » Ada Politik » Ada Apa SBY?

Ada Apa SBY?

(401 Views) Januari 13, 2021 8:43 am | Published by | No comment
iklan

AdaNews.id-Mendadak SBY rajin berkeluh kesah. Cukup lama ia diam saja. Tiba-tiba ada tiga paling tidak pernyataan penting yang sebenarnya sih sudah biasa ia lakukan. Soal hutang dan pembangunan, mengenai vaksin bukan akhir segalanya, dan mengaitkannya dengan Tuhan, koq mirip ultrakanan? Terus yang ketiga mengenai vaksin dan salah hitung bisa buyar semuanya. Layak dicermati apa yang ia nyatakan.

Pertama-tema tentu perlu diingat apa yang menantunya katakan, bahwa sang bapak mertua selalu memikirkan negara. Lha apa urgensinya ia memikirkan negara? Dalam konteks tentu sebagai rakyat, ya sudah presiden dengan pemerintah ada, mereka memiliki perangkat, instrumen yang sangat lengkap, komplet, dan tentu saja kompeten. Itu semua dalam ranah dan dilindungi dengan UU dan tidak perlu repot-repot memikirkannya hingga maaf, wajah dan pasuryannya seperti itu. Tanda-tanda tidak sehat dan kurang istirahat.

Mengenai hutang dan pembangunan. Hal yang maaf bodoh. Semua juga paham siapa saja presiden dengang hutang paling gede. Duo militer hutang paling besar dan banyak masuk kantong pribadi dan dibakar untuk subsidi BBM. Jokowi kini cuci piring atas perbuatan pendahulunya, terutama Soeharto dan SBY.

Cenderung ia malu mengakui bahwa pemerintahan ini efektif untuk mengelola uang dan pembangunan sehingga terlihat dengan sangat nyata dan gamblang. Hal yang SBY tidak pernah berani mengeksekusi, karena takut tidak populer. Itu penyakit politikus, bukan negarawan. Buah atas pilihannya, yo tidak usah risau.

Atau takut menyasar uang yang sudah dikumpulkan untuk membayar hutang? He..heā€¦sangat mungkin, perlu diusik dan diperlihatkan lagi rekaman demo dengan menggunakan atribut birunya si mercy mungkin.

Kecuali, hanya era Jokowi yang hutang dan sama sekali pemerintahan SBY tidak menambah hutang, sudah lunas digali Jokowi lagi, bolehlah memberikan nasihat. Atau sudah memasuki alam pikun?

Vaksin dan selesainya pandemi, melibatkan Tuhan. Hal yang bukan karena religius, ini adalah khas ultrakanan. Tuhan suka pada manusia yang mau berusaha, bukan pada yang hanya menggantungkan diri dengan doa tanpa usaha. Vaksin itu salah satu upaya, usaha, dan sarana untuk bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Mosok Pak Beye lupa kalau cacar, TBC, dan hepatitis juga pernah membawa kematian amat tinggi, sudah ada vaksin, dan kini juga masih banyak yang terjangkit. Atau Pak Beye perlu diingatkan pula kalau DBD masih menjadi momok bagi bangsa ini?

Malah seolah makin memperlihatkan kecenderungan untuk berasyik masyuk dengan ultrakanan. Padahal pemerintah sedang mengupayakan membunuh kanker fundamentalisme yang ia biarkan sekian lamanya. Sangat mungkin, lagi-lagi ia malu makanya nyolot.

Salah hitung jumlah vaksin. Hal yang amat naif, lucu, dan ngaco bahkan. Bagaimana pemerintahannyalah yang memiliki banyak monumen mangkrak. Kader dan pejabatnya korup. Ingat era ini tidak akan kaitan langsung dengan presiden yang tertangkap KPK. Berbeda dengan era SBY ketika eksekutif dan legeslatif sama-sama dalam satu kamar di dalam Demokrat. Jangan lupa ESDM baik dewan atau menterinya ada di mana. Salah hitung atau sengaja salah untuk bancaan?

Pak Beye sudahlah tidak usah ribut mengurusi negara. Lihat tuh almarhum Pak Habibie, atau belajarlah dari pak Try Sutrisno, Pak Budiyono wakil sampeyan, jangan wakil satunya yang sama ngaconya itu. Atau mau maju tahun depan dengan JK menjadi capres dan sampeyan cawapres? Kan boleh secara konstitusi, meskipun koplak secara tata negara.

Yang SBY lakukan bukannya kampanye makin meyakinkan publik, malah sebaliknya. Lihat saja kinerja kadernya di daerah sebagai kepada daerah tidak ada yang moncer. Padahal itu adalah sarana paling menjual nama partai. Lebih banyak ngaco. Kalah jauh dengan PDI-P yang memiliki kader-kader kuat karakter dan prestasi. Ada Ganjar, Risma, dan itu tidak susah untuk mengolah menjadi kandidat RI-1.

Kader mereka di Senayan juga sama omong kosongnya dari pada kinerjanya. Asal bapak senang dan ngaco pemerintahan. Susah melihat kinerja demikian namun berambisi membawa mayor purnawirawan menjadi presiden. Karakter dan kinerjanya buruk, bukan masalah suka atau tidak. Pilihan menghajar pemerintah lebih buruk lagi, karena sangat mudah ditemukan kegagalannya yang akan lagi-lagi gampang dibandingkan dengan capaian penggantinya itu.

Apa yang ia lakukan itu mau menaikan posisi tawar bahwa ia dan partainya lebih hebat dari pemerintahan saat ini. Pak Beye, sudahlah, semua pada tahu apa mau sampenyan, dan tidak usah susah-susah banyak omong. Lakukan, kerjakan, dan buktikan dengan hasil bukan semata klaim saja. Ingat ini era modern, semua sangat mudah dan murah untuk memutar balik rekaman masa lalu. Jangan anggap masa atau era batu.

Pemerintah sedang membersihkan anasir ultrakanan, eh malah ikut-ikutan nganan, lagi-lagi ketinggalan zaman. Lha ke mana saja sih sampeyan Pak Beye selama ini? (Susi Haryawan).

Categorised in:

No comment for Ada Apa SBY?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

iklan iklan