Menu Click to open Menus
TRENDING
iklan
Home » Ada Politik » Cerita ODOL dan Kisah Apes Rizieq Shihab

Cerita ODOL dan Kisah Apes Rizieq Shihab

(230 Views) Desember 24, 2020 8:17 pm | Published by | No comment
iklan

AdaNews.id-Masih ingat peristiwa tabrakan beruntun yang terjadi di Ruas Tol Cipularang, Purwakarta, Jawa Barat, lebih dari setahun lalu? Ya, tabrakan beruntun tersebut berdasarkan berita-berita yang beredar di media massa melibatkan 21 unit kendaraan.

Siapa yang mau mengalami tabrakan beruntun? Amit-amit, siapapun pasti tak menghendakinya. Rejeki beruntun baru mau.

Tapi, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Sekuat apapun kita menghindar, jika sudah digariskan sang Maha Kuasa, siapa mampu mengelak.. Begitupun dengan peristiwa maut tabrakan beruntun di Tol Cipularang.

Usut punya usut, petistiwa naas itu dipantik oleh sebuah kendaraan berat atau truk menabrak dari arah belakang, karena tak bisa mengendalikan laju kendaraannya disebabkan remnya blong. Adapun ikhwal blongnya rem truk dimaksud menurut keterangan pihak kepolisian disebabkan oleh ODOL (overdimension overloading) alias melebihi batas muatan yang semestinya.

Masih di Ruas Tol Cipularang, tabrakan beruntun yang diakibatkan ODOL kembali terjadi belum lama ini. Tepatnya, Kamis (3/12) lalu. Dilansir dari iNEWS.id, peristiwa yang terjadi di dua lokasi, KM 84.800 jalur A dan KM 89 jalur A melibatkan empat kendaraan dan menyebabkan satu korban jiwa.

Memang terjadinya kecelakaan lalu lintas kerap disebabkan oleh kelalaian sopir. Misal tak mematuhi rambu lalu lintas, lalai atau bahkan sengaja melebihkan muatan dari kapasitas semestinya alias ODOL. Sungguh disayangkan, mereka hanya mementingkan keuntungan, tanpa peduli keselamatan jiwanya atau pihak lain yang jadi korban.

Nah, kaitannya dengan kata beruntun, nyatanya tak hanya soal tabrakan kendaraan bermotor. Nasib apes pun rupanya bisa juga terjadi beruntun dalam kehidupan manusia.

Bukan bermaksud memojokan, nasib apes beruntun tersebut sepertinya cocok dialamatkan pada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab.

Ya, satu demi satu nasib tragis dialami oleh Habib Rizieq. Beruntun tak ubahnya tabrakan yang terjadi di Ruas Jalan Tol Cipularang. Seperti telah disinggung di atas. Begitu tiba di tanah air, Rabu (10/11) pentolan FPI ini langsung mendapat serangan atau cibiran dari Nyai—nama panggilan selebritis tanah air, Nikita Mirzani. Tak tanggung, seleb sarat kontroversi itu menyebutnya tukang obat. Padahal, oleh para pengikutnya, Rizieq sangat dihormati.

Sebelum Rizieq Shihab ditetapkan tersangka dan kemudian ditahan atas pasal penghasutan, enam laskarnya tewas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM oleh polisi Polda Metro Jaya. Tak berhenti, beberapa orang dekat mulai dilaporkan pada pihak kepolisian. Misal, Haikal Hasan dan Munarman. Pun dengan beberapa pengikutnya, karena ujaran kebencian dan asal main ancam dengan cara yang mengerikan.

Kisah tragis Habib Rizieq terus berlanjut. Belum lama ini beredar kabar bahwa Pesantren Markaz Syariah milik Habib Rizieq di Megamendung, Bogor, Jawa Barat terancam bubar. Pasalnya, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII sebagai pemilik lahan mensomasinya dan meminta Markaz Syariah untuk meninggalkan lahan tersebut. Pondok pesantren Habib Rizieq ini diminta untuk menyerahkan lahan tersebut selambat-lambatnya tujuh hari kerja sejak diterima surat somasi dimaksud. Jika tidak, mereka akan melaporkannya ke Polda Jabar.

Itulah beberapa peristiwa tragis yang melanda Habib Rizieq semenjak kembali ke tanah air. Beruntun, ibarat diberondong senapan mesin. Menyakitkan.

Rentetan kisah tragis ini boleh jadi berlanjut. Misal, FPI kini tak bisa lagi bebas bertindak apapun, karena pemerintah telah memilih tindakan tegas melalui aparat kepolisian. Pergerakan mereka bakal semakin sempit, setelah kemarin, Rabu (23/12) Presiden Jokowi melantik Gus Yaqut. Diketahui, Ketua GP Ansor ini sangat anti tindakan radikalisme dan ormas radikal.

Menilik rekam jejak FPI yang kerap berbau radikal, bukan mustahil Gus Yaqut juga akan mengeluarkan kebijakan tegas yang bisa melemahkan FPI dan ormas-ormas radikal lain.

Jika terjadi, makin lengkaplah kisa tragis Habib Rizieq. Dirinya terpaksa harus menjalani proses hukum, sementara ormasnya pun diambang melemah. Tapi, inilah siklus kehidupan. Lebih sebulan lalu, mereka seolah berada di atas awan. Kini, harus kembali turun ke bumi. (Elang Salamina)

Categorised in:

No comment for Cerita ODOL dan Kisah Apes Rizieq Shihab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

iklan iklan