Menu Click to open Menus
TRENDING
iklan
Home » Ada Musik » FPI Bubar, Jadi Ingat Ahok, Gus Dur dan Langkah Catur Cerdas Jokowi

FPI Bubar, Jadi Ingat Ahok, Gus Dur dan Langkah Catur Cerdas Jokowi

(271 Views) Januari 1, 2021 8:44 pm | Published by | No comment
iklan

AdaNews.id- Resmi. Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) enam menteri telah membubarkan organisasi Front Pembela Islam (FPI), Rabu (30/12/20).

Meski begitu, pembubaran FPI sekaligus dinyatakan sebagai organisi terlarang, bukan berarti sengkarut diantara pemerintah dengan kelompok Islam garis kanan ini usai. Dalam beberapa waktu ke depan sepertinya bakal tetap panas.

Terlebih, organisasi yang dibesut Habib Rizieq Shihab ini bukan pihak-pihak yang gampang menyerah dan langsung tunduk dengan pemerintah. Buktinya, begitu dibubarkan, mereka langsung mendeklarasikan FPI baru. Kali ini akronim dari Front Persatuan Islam.

Meski namanya sudah dirubah menjadi Front Persatuan Islam, bukan berarti tidak akan ada ancaman. Sepanjang polah mereka masih tetap meresahkan masyarakat dengan segala persekusi, provokatif dan menonjolkan intoleransi. Pemerintah dan warga masyarakat tetap akan dihadapkan pada permasalah serupa.

Untuk itu, pemerintah khususnya aparat keamanan jangan pernah mengendurkan sikap tegasnya, seperti yang telah dipertontonkan beberapa waktu terakhir. Lengah sedikit, mereka mungkin akan kembali besar. Sebab, petinggi, pengurus dan anggotanya masih itu-itu saja.

Artinya, tujuan mereka berorganisasi kurang lebih sama. Merongrong pemerintahan dan senantiasa bersebrangan.

Sebenarnya tidak masalah jika mereka hendak bersebrangan. Toh, ini negara demokrasi. Hanya, jika sikap bersebrangan ini tidak didasari niat untuk sama-sama membangun bangsa, malah cenderung ingin melumpuhkan dan menyerang kedaulatan pemerintah, tentu bakal berbahaya. Untuk itu, sekali lagi jangan mentang-mentang FPI versi lama telah dibubarkan, pemerintah langsung kembali tidur.

Namun, kita tentu berharap dengan lahirnya Front Persatuan Islam, bisa benar-benar mempersatukan umat muslim tanah air. Tanpa ada niatan neko-neko, selain ikut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Semoga. Meski rasanya cukup sulit.

Kembali pada soal pembubaran FPI versi lama. Kelompok Islam kanan ini sebenarnya telah sejak lama diharapkan masyarakat untuk dibubarkan. Namun, pemerintah sepertinya belum memiliki cukup nyali. Mungkin, karena pengikutnya yang begitu banyak, sehingga pihak penguasa ini khawatir terjadi konflik sosial lebih parah. Bisa jadi.

Nah dari sekian banyak pihak yang menginginkan FPI bubar, diantaranya adalah dua tokoh nasional sangat berpengaruh. Mantan Gubernur DKI Jakarta, Ahok dan Presiden RI ke-4, Gus Dur.

Ahok

Sebagaimana diketahui, antara Ahok dengan FPI dan koleganya seperti PA 212 hingga hari ini bagai perseteruan dua tokoh film kartun. Tom and Jerry.

Hampir setiap gerak-gerik Ahok, terutama jika dikaitkan dengan sejumlah jabatan di pemerintahan, kelompok Islam ini selalu yang pertama menentang. Dalihnya macam-macam. Namun, SARA selalu menjadi alasan utama.

Puncak perseteruan mereka sebenarnya terjadi pada tahun 2017 lalu. Kala itu Ahok dianggap telah melakukan penistaan agama, terkait surat Al-Maidah ayat ayat 51.

Pernyataan yang disampaikan Ahok di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, tahun 2016 ini terus digoreng dan dijadikan alat untuk menjatuhkan kepemimpinannya di DKI Jakarta. Aksi-aksi massa dengan jumlah sangat besar terus mendesak Ahok untuk turun dari jabatannya. Aksi ini kemudian dikenal dengan istilah 411 dan 212.

Aksi mereka berhasil dengan gemilang. Pada Pilgub DKI Jakarta, Ahok yang berpasangan dengan Djarot takluk dari pasangan yang didukung FPI dan koleganya. Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Tidak hanya itu, Ahok pun jadi pesakitan, setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis dua tahun penjara. Ahok terbukti melakukan penodaan agama soal surat Al Maidah ayat 51.

Namun, kaitan Ahok yang menginginkan FPI dibubarkan, bukan karena dasar dendam. Ahok memberikan pernyataan tentang FPI harus dibubarkan tersebut terjadi sebelum kasus penistaan agama dan Pilgub DKI Jakarta 2017. Tepatnya pada tahun 2014 silam.

Waktu itu, Ahok yang masih menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta berencana membubarkan FPI, karena aksi-aksi unjuk rasanya cenderung anarkis.

“Prinsip saya, semua ormas yang berlaku anarkistis dan ingin mengubah undang-undang dan Pancasila harus dibubarkan,” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin, (6/10/14). Dikutip dari Tempo.co.

Pernyataan Ahok ini, masih dilansir dari Tempo.co, tak lama setelah insiden pelemparan batu oleh massa FPI di depan gedung DPRD DKI, Jumat, (3/10/14). Dalam peristiwa itu, enam polisi terluka dan kerusakan pada beberapa kendaraan.

Gus Dur

Pada masa hidupnya, hubungan Gus Dur dengan FPI sangat tidak harmonis. Kedua belah pihak kerap saling sindir dan saling menjatihkan. Jejak digital perseteruan dan saling sindirnya Gus Dur dengan FPI, khususnya Habib Rizieq Shihab bisa kita lihat di beberapa chanel youtube.

Hampir sama alasannya dengan Ahok, Presiden Indonesia ke-4 ini juga sempat mengutarakan keinginannya membubarkan FPI. Kekecewaan Gus Dur terhadap FPI makin besar saat terjadi insiden ormas pimpinan Rizieq Shihab itu menyerang massa Aliansi Kebangsaan dan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang sedang menggelar peringatan hari lahir Pancasila di Monumen Nasional, tahun 2008 lalu.

“Pemerintah tidak berani. Pada waktunya saya yang akan membubarkan FPI,” kata Gus Dur. Dikutip dari CNN Indonesia.

Namun, masih dilansir dari CNN Indonesia, Gus Dur mengaku tidak berani membubarkan FPI saat masih jadi presiden, karena lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas keinginannya.

Jokowi Eksekutor Cerdas

Keinginan Ahok dan Gus Dur sepertinya hanya menjadi mimpi belaka saat mereka masih menjabat di pemerintahan. Namun, kali ini keinginan dua tokoh nasional itu terwujud. FPI akhinya dibubarkan, Rabu (30/12/20).

Keinginan mereka berdua bisa dieksekusi Presiden Jokowi dengan sangat brilian. Tentu, pujian ini bukan tanpa alasan.

Sebelumnya banyak pihak beranggapan bahwa ciutnya pemerintah membubarkan FPI karena khawatir akan terjadi chaos, sehingga bisa mengancam kondusifitas keamanan negara. Alasan wajar, mengingat prilaku kelompok Islam kanan ini beringasan, serta didukung dengan jumlah massa besar.

Pemerintah jelas akan sangat menghindari itu terjadi. Karena dipastikan bakal menimbulkan kerugian luar biasa besar. Baik materi atau inmateri.

Jokowi dengan skenario yang dipastikan cukup panjang dan langkah-langkah catur cerdas akhirnya mampu mengatasi kekhawatiran tersebut. Saat FPI dibubarkan, hampir tidak ada perlawanan dari kelompok mereka, apalagi sampai melibatkan bentrok fisik.

Tengok saja, Jokowi hampir tidak pernah selantang Ahok dan Gus Dur yang terang-terangan ingin membubarkan FPI. Wong Solo ini malah cenderung diam dan tak bereaksi apapun. Akibatnya, sebagian publik dibuat kesal atas sikap statisnya itu. Siapa sangka, di balik itu Jokowi rupanya tengah menyusun rencana matang, sebelum akhirnya “Jebred” FPI pun dibubarkan.

Namun begitu, kita semua jangan terus terjebak dalam euforia berlebihan. Pembubaran FPI tidak akan serta merta menghilangkan radikalisme dan intoleransi begitu saja. Buktinya, muncul Front Persatuan Islam yang dihuni oleh tokoh-tokoh yang persis sama.

Kendati begitu, kita patut sedikit bernafas lega. Setidaknya dengan langkah pembubaran ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam lagi menghadapi bentuk-bentuk radikalisme dan intoleransi. (Elang Salamina)

Categorised in:

No comment for FPI Bubar, Jadi Ingat Ahok, Gus Dur dan Langkah Catur Cerdas Jokowi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

iklan iklan