Menu Click to open Menus
iklan
Home » Uncategorized » Guru Jangan Alergi Perubahan!

Guru Jangan Alergi Perubahan!

(104 Views) Juli 5, 2022 12:37 pm | Published by | No comment
iklan

AdaNews – Mengapa guru harus terus belajar? Bukankah sebelum menjadi seorang guru, seseorang sudah belajar selama empat tahun atau bahkan lebih di perguruan tinggi? Seorang guru adalah tenaga pendidik dituntut untuk menguasai empat kompetensi. Yakni, pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian.

Guru memiliki tugas pokok dan fungsi sebagaimana tertuang dalam Permendikbud No.15 Tahun 2018 adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan kurikulum dari waktu ke waktu menuntut guru untuk memiliki kemampuan beradaptasi, berinovasi, kreatif dan kritis dalam menjalankan tugasnya menyelenggarakan kegiatan pembelajaran.

Kenapa guru terus belajar dan terus berusaha meng-uprade kemampuannya dalam mengajar adalah supaya dapat memberikan layanan prima untuk siswa-siswi yang diajarnya. Menjadi seorang guru harus siap untuk selalu belajar sepanjang masa atau menjadi guru pembelajar.

Namun, bila masih ada guru atau kepala sekolah yang merasa sudah tak mampu lagi mengembangkan diri atau mengikuti perkembangan zaman, janganlah alergi atau malah menentang terhadap perubahan. Paling tidak, berilah kesempatan atau motivasi terhadap guru-guru muda penuh semangat untuk terus bepajar atau mengasah diri agar mampu mengikuti segala perubahan yang ada.

Kurikulum merdeka atau sebelumnya dikenal dengan nama kurikulum prototipe adalah sebuah konsep yang diluncurkan Kemendikbud Ristek adalah kurikulum yang bertujuan untuk mengasah minat dan bakat anak sejak dini dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik.

Kurikulum Merdeka sudah diuji coba di 2.500 sekolah penggerak. Tidak hanya itu, kurikulum ini juga diluncurkan di sekolah lainnya. Menurut data Kemendikbud Ristek, sampai saat ini sebanyak 143.265 sekolah yang sudah menggunakan Kurikulum Merdeka. Jumlah ini akan terus meningkat seiring mulai diberlakukannya Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022/2023 di jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA.

Guna mengikuti arus perubahan yang dituntut oleh kurikulum merdeka, Lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumedang, khususnya Kepala Dinas Pendidikan, H. Agus Wahidin, S.Pd., M.Si, telah menulis sebuah buku “Strategi Komplementer 7 Metode Pembelajaran Holistik Integratif”.

Buku yang ditulis dengan teknil penulisan kolaboratif ini adalah sebuah acuan bagi semua guru di Indonesia agar mampu menciptakan iklim belajar yang tidak memukul rata semua siswa, dengan melibatkan 7 metode pemebelajaran. Yakni, modul, digital, tematik praktik, home visit, guru lingkungan dan parenting.

Ketujuh metode ini dikemas sedemikian rupa agar siswa mendapatkan pengalaman berharga, dan materi pelajaran juga bisa diterima dengan mudah dan menyenangkan. Tak hanya itu, buku ini juga dimaksudkan untuk mengangkat marwah guru setinggi-tingginya.

Tapi, dalam praktiknya tentu tidak akan semudah membalikan tangan, bahkan sangat sulit. Untuk itu, dibutuhkan adaptasi kuat dan mengerahkan semua potensi yang ada agar para guru ini menjadi lebih adaptif, inspiratif, dan inovatif. Guna bisa memenuhi kriteria tersebut, salah satu caranya adalah terus belajar dan senantiasa mengikuti segala perkembangan di dunia pendidikan.

Untuk lebih detilnya, ini alasan mengapa guru harus terus belajar :

1.Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi

Peran guru sebagai pendidik akan lebih mudah dijalankan jika guru memiliki ilmu pengetahuan yang mumpuni dan juga menguasai teknologi. Semua orang pasti menyadari bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengalami kemajuan yang sangat cepat dalam satu dekade terakhir.

Di era digital seperti sekarang ini banyak sekali produk-produk canggih ditemukan seperti gawai pintar, berbagai jenis aplikasi yang memudahkan kehidupan manusia, dan lain sebagainya. Kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi tentu saja akan sangat mempengaruhi pendidikan di sebuah negara. Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi dapat meringankan tugas guru dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan di kelas.

Pada saat dunia pendidikan mengalami kendala karena wabah virus corona, teknologi tampil menjadi penolong supaya kegiatan pembelajaran tetap dapat berlangsung. Pembelajaran online menjadikan guru yang dulunya anti dengan teknologi, perlahan-lahan mulai membuka diri dan bersahabat dengan teknologi.

Kenapa? Jika tidak segera bergerak dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka guru pasti akan kalah dan digantikan oleh guru-guru yang mau belajar dan selalu mengembangkan kompetensinya.

2.Guru merupakan penentu kualitas pendidikan
Kurikulum boleh saja berubah-ubah. Seperti kita ketahui bersama bahwa di Indonesia sudah mengalami banyak sekali perubahan. Namun, ujung tombak dari pendidikan adalah para guru. Seberapa sering kurikulum berganti, jika siswa-siswa diajar oleh guru-guru berkualitas yang selalu mengembangkan diri dan belajar tanpa henti maka tidak perlu khawatir terhadap kualitas pendidikan yang dihasilkan. Oleh karena itu, sekolah dan juga pemerintah sangat mendorong terbentuknya guru pembelajar yang tidak alergi terhadap perubahan dan perkembangan.

3.Kualitas guru menentukan kualitas siswa

Guru sebagai teladan bagi siswa akan selalu menjadi panutan. Siswa akan memiliki peluang untuk menjadi siswa berprestasi jika berada di tangan guru yang berkualitas. Guru pasti kenal dengan Profesor Yohanes Surya. Beliau sangat terkenal karena berhasil mengubah anak-anak yang kurang berprestasi di Papua menjadi juara matematika tingkat nasional dan bahkan mampu membuat robot. Profesor Yohanes Surya mengatakan bahwa sejatinya tidak ada anak yang bodoh, melainkan mereka hanya tidak memperoleh kesempatan belajar dari guru yang baik dan metode yang benar.

4.Guru yang berkualitas tinggi yang akan bertahan di tengah gempuran tantangan
Perkembangan menuntut kita untuk terus belajar hal-hal baru. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat dengan sendirinya menjadi alat proses seleksi bagi para pekerja, termasuk guru. Pentingnya pengembangan diri di lingkungan sekolah oleh guru adalah untuk membekali mereka berbagai kompetensi yang akan menunjang pelaksanaan peran dan fungsinya sebagai guru. Tingkat kemampuan dan kompetensi guru sepuluh tahun yang lalu tentu saja berbeda dengan tingkat kemampuan dan kompetensi guru yang dibutuhkan di masa kini.

Tidak mengejutkan jika di tahun 2020 Kemendikbudristek Indonesia juga melakukan pembaruan model kompetensi guru. Pembaruan yang dilakukan oleh Kemendikbudristek adalah pengembangan lebih lanjut dari empat kompetensi yang sudah ada yang disusun secara berjenjang dan bertahap agar mudah dipahami oleh guru.

Adanya pembaruan-pembaruan tersebut bertujuan untuk menjawab tantangan terhadap kualitas pendidikan yang terus berkembang di tingkat regional maupun global. Guru dituntut untuk selalu bergerak maju dan memperbaiki diri untuk memenuhi kualifikasi sebagai guru zaman now. Jangan sampai Guru mengajar siswa di zaman millennial dengan cara-cara kolonial.

5.Guru adalah teladan yang mewariskan nilai-nilai dan norma masyarakat kepada siswa
Upaya yang dilakukan untuk membangun kesadaran pentingnya pengembangan diri oleh seorang guru tidak hanya penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas diri, melainkan juga karena guru adalah panutan bagi siswa-siswanya. Tanggung jawab seorang guru tidak hanya sebatas mentransfer ilmu pengetahuan saja.

Guru juga mengemban tugas sebagai pendidik yang harus mewariskan nilai-nilai dan norma-norma kepada generasi muda sehingga terjadi proses pelestarian dan penerusan nilai. Meskipun ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang, nilai-nilai dan karakter baik dalam siswa harus tetap diajarkan.

Bagaimana caranya? Tentu saja menggunakan strategi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Untuk itu, kemampuan guru mengidentifikasi kebutuhan dan karakteristik siswa harus selalu diasah. Guru yang giat belajar akan dilihat oleh siswa dan tentu saja akan menjadi inspirasi mereka.

Nah, demikianlah alasan-alasan kenapa guru harus mau terus belajar dan tidak anti pada perkembangan zaman. Tetap semangat ya, para guru!

Penulis : Elang Salamina

Categorised in:

No comment for Guru Jangan Alergi Perubahan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

iklan iklan