Menu Click to open Menus
TRENDING
iklan
Home » Ada Politik » Jendral Dudung, “Superman” Indonesia

Jendral Dudung, “Superman” Indonesia

(505 Views) November 24, 2020 9:17 pm | Published by | No comment
iklan

AdaNews.id-Saat mendengar kata Superman, pasti pikiran kita akan tertuju pada salah satu Superhero. Tokoh fiksi jagoan asal Amerika, gagah berani dan suka menumpas kejahatan. Karena keberaniannya menumpas segala bentuk kejahatan ini pula, tak heran bila sosok bernama Clark Kent ini begitu diidolakan dan dipandang sebagai juru selamat bumi.

Tapi, sebenarnya kisah keberanian Superman tidak hanya bisa kita tonton dalam cerita fiksi. Pada dunia nyata pun tak jarang kita melihat manusia-manusia yang keberaniannya hampir persis seperti tokoh fiksi dimaksud. Salah satu bukti, baru-baru ini terjadi di Kota Jakarta.

Adalah Pangdam Jaya, Mayor Jendral Dudung Abdurachman, boleh disebut memiliki jiwa Superman. Lewat keberaniannya, dia tampil kedepan dan dengan tegas mengatakan siap membela persatuan-kesatuan bangsa dari segala rongrongan yang ada. Baik dari dalam maupun luar.

Buktinya, di saat yang lain diam terhadap segala polah Habib Rizieq dan kelompoknya, Dudung justru memperlihatkan ketegasannya. Dia memerintahakan anak buahnya untuk mencopoti baliho Rizieq Shihab.

Kontan, hal itu langsung mendapat pujian dan dukungan. Bukan hanya dari warga Jakarta, tetapi masyarakat Indonesia pada umumnya. Mulai dari ulama, selibriti dan tokoh tokoh masyarakat berdatangan memberikan ucapan selamat dalam bentuk karangan bunga kepada Dudung Abdurachman.

Terlepas dari pro kontra yang terjadi, Dudung dinilai sebagai sosok yang bisa memberikan rasa aman bagi warga Jakarta dari ulah sekompok yang dinilai bisa memecah belah NKRI.

Seperti diketahui, setibanya Habib Rizeq di tanah air langsung membuat kegaduhan. Baik itu dari segi politik, kesehatan, hingga terganggunya kenyamanan sebagian besar masyarakat Jakarta.

Betapa tidak selain menimbulkan kerumunan dalam jumlah besar disaat Pandemi. Habib Rizieq juga kembali membuat ulah. Imam Besar FPI tersebut melontarkan kata-kata provokatif dengan narasi-narasi kotor, kasar terhadap Pemerintahan Jokowi, termasuk institusi TNI dan POLRI, diacara peringatan Maulid nabi.

Parahnya, segala tindakan Rizieq tersebut seolah didukung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Alih-alih melarang atau menegur terjadinya kerumunan, dia malah tergopoh-gopoh sowan kerumah sang Habib.

Setelah sang gubernur DKI dinilai tidak bisa bertindak tegas terkait acara acara yang di laksanakan habib Rizieq. Negara melalui TNI POLRI hadir memberikan penindakan tegas. Bahkan Pangdam Jaya dengan tegas menegaskan, bila terus berbuat onar, FPI sebaiknya dibubarkan.

Disini saya sebagai masyarakat biasa sepakat dengan langkah Pangdam. Tidak hanya pencopotan pencopotan baliho Rizieq Shihab.Tapi, ada yang lebih serius dari itu yaitu adanya bahaya politik indentitas. Karena, kebenciam akan melahirkan kebencian. Kekerasan akan menciptakan kekerasan lainnya. Dan disini Jenderal Dudung telah mematikan api kecil, sebelum lebih membesar yang dapat menimbulkan kekacauan. (Teguh Safary)

Categorised in:

No comment for Jendral Dudung, “Superman” Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

iklan iklan