Menu Click to open Menus
TRENDING
iklan
Home » Ada Politik » Kado Buruk Buat HRS, FPI Resmi Dibubarkan

Kado Buruk Buat HRS, FPI Resmi Dibubarkan

(219 Views) Desember 30, 2020 8:29 pm | Published by | No comment
iklan

AdaNews.id-RESOLUSI, itu yang kerap ditanyakan beberapa rekan setiap kali menghadapi malam penggantian tahun. Di Penghujung tahun ini, pertanyaan yang persis sama pun penulis dapatkan. Padahal, tahun baru 2021 masih beberapa hari lagi.

Pertanyaan semacam ini memang sudah menjadi budaya. Tidak hanya untuk penulis, tetapi pastinya bagi seluruh umat manusia di seluruh dunia.

Bahkan, bagi sebagian pihak, malam penggantian tahun tidak hanya sebatas ucapan atau menerima pertanyaan soal resolusi. Akan tetapi, disempurnakan lewat tukaran kado. Tentu bukan untuk pamer atau sejenisnya. Hal ini berlaku semata-mata sebagai rasa bahagia dalam menyambut tahun baru dimaksud.

Bicara kado tahun baru, jujur saja penulis tidak pernah mendapatkannya. Memang budaya ini tidak pernah di lakukan sejak zaman karuhun (baca: nenek moyang) penulis sendiri.

Upst, koq malah curhat. Maaf, dalam kesempatan ini sebenarnya penulis hanya ingin mengulas tentang berita hari ini, Rabu (30/12), yang cukup mengagetkan. Front Pembela Islam (FPI) akhirnya dibubarkan pemerintah.

Bagi pihak-pihak yang selama ini bersebrangan dengan ormas pimpinan Habib Rizieq Shihab tentu bakal menjadi kado tahun baru terindah. Mereka bakal menganggap hal ini sebagai hadiah terbesar Presiden Jokowi bagi Warga Indosia.

Sebaliknya, bagi Habib rizieq beserta anggota FPI dan kolega, pembubaran ini bagai adanya petir di siang hari. Atau, bisa juga diistilahkan sebagai kado tahun baru yang sangat menyesakan. Betapa tidak, ormas yang telah berdiri sejak 17 Agustus 1999 ini harus berakhir tragis.

“Berdasar peraturan perundang-undangan dan sesuai dengan putusan MK Nomor 82 PUU112013 tertanggal 23 Desember tahun 2014, pemerintah melarang aktivitas FPI dan akan menghentikan setiap kegiatan yang dilakukan FPI karena FPI tidak lagi mempunyai legal standing, baik sebagai ormas maupun sebagai organisasi biasa,” kata Menkopolhukam, Mahfud MD. Dikutip dari Kompas.com.

“Bahwa FPI sejak tanggal 21 Juni tahun 2019, 20 Juni tahun 2019, secara de jure telah bubar sebagai ormas. Tetapi sebagai organisasi, FPI tetap melakukan aktivitas yang melanggar ketertiban dan keamanan dan bertentangan dengan hukum seperti tindak kekerasan sweeping atau razia secara sepihak, provokasi, dan sebagainya,” Imbuhnya.

Pengumuman Mahdud MD di atas benar-benar memastikan FPI tidak lagi diakui sebagai ormas di tanah air. Dengan begitu, ormas islam ini akan dilarang, tidak bisa berkutik dan tidak lagi punya hak untuk bikin ulah.

Secara hukum, FPI tidak bisa lagi seenaknya melakukan sweeping, provokasi, intimidasi, melakukan kekerasan dan demo seperti yang kerap mereka lakukan sebelumnya. Bila tetap memaksa, tentu saja segala kegiatannya bakal dianggap ilegal.

Bagi penulis, pembubaran ini sebagai puncak dari peringatan keras pemerintah. Betapa tidak, saat pengumuman pembubaran FPI, Mahfud tidak sendiri, tetapi dihadiri pula oleh Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, Menkumham, Mendagri, Kepala KSP, Menkominfo, Jaksa Agung, Kepala BNPT dan Kepala PPATK. Seluruhnya adalah pejabat-pejabat tinggi negara sebagai representasi dari pemerintah.

Semoga, dengan dibubarkannya FPI tidak ada lagi ormas-ormas sejenis yang kerap membikin kerusuhan dan profokatif di tanah air. Seandainya FPI merubah warna benderanya dengan nama lain, pemerintah harus cepat tanggap. Jangan biarkan mereka jadi besar, hingga akhirnya menjadi masalah serius bagi bangsan dan negara.

Jalan Menuju Bubar

Jika mau jujur, sebenarnya FPI tidak lagi mengantongi izin sejak tahun 2019 lalu. Mereka sudah tidak terdaftar lagi di Kementrian Dalam Negeri, karena proses perpanjangan izinnya tak diurus. Namun begitu, pemerintah seolah ‘mati kutu’ saat ormas islam ini terus-terusan membuat gaduh tanah air.

FPI terus saja mengklaim dirinya sebagai ormas legal dan melakukan segala aktivitasnya seenak udel. Termasuk saat menjemput Habib Rizieq di Bandara Soeta, hingga kegiatan-kegiatan lain yang meresahkan. Pemerintah tetap diam.

Beruntung, pemerintah keburu bangun dari tidurnya. Ini rupanya awal dari tamatnya riwayat FPI.

Pemerintah, melalui TNI dan Polri langsung bertindak tegas. Hal pertama adalah mencopoti baliho pimpinan FPI. Tidak hanya itu, Sebagai bukti ketegasan lainnya, Polda Metro Jaya menahan Habib Rizieq.

Ditahannya Habib Rizieq membuat FPI tak mampu berbuat banyak. Ada kegiatan-kegiatan aksi massa pun jumlahnya tak seberapa. Dan, itu mampu dilumpuhkan aparat keamanan.

FPI semakin tampak bakal dilemahkan, saat tiba-tiba saja pihak PTPN VIII melayangkan surat somasi terhadap HRS atas berdirinya bangunan Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariah, Megamendung, Bogor. Ternyata lahan yang selama ini dijadikan pesantren milik HRS dan FPI tersebut merupakan lahan dari perusahaan tersebut. PTPN memberi waktu tujuh hari sejak somasi dilayangkan, agar pengurus pesantren dan yang lainnya segera angkat kaki. Bila tidak, akan dilanjutkan proses hukum.

Dari rentetan peristiwa di atas, sudah jelas bahwa pemerintah sudah tidak ingin main-main lagi dengan HRS dan FPI. Pemerintah menghendaki segala sengkarut ini segera dihentikan.

Kemudian, FPI makin limbung pasca kasus chat mesum yang melibatkan HRS dan FH pada tahun 2017 sepertinya bakal dibuka kembali. Padahal, kasus ini sebenarnya telah dihentikan Polda Metro jaya tahun 2018 lalu lewat SP3 (Surat Perintah Penghetian Penyidikan).

Puncaknya terjadi hari ini. FPI yang sudah malang melintang 21 tahun lamanya akhirnya harus menelan pil pahit. Ormas Islam ini tewas menyusul enam laskarnya yang ditembak mati polisi Polda Metro Jaya.

Akhirul kata, penulis ucapkan terimaksih dan salut pada pemerintah yang telah mendengarkan harapan dan mimpi rakyat Indonesia yang ingin negara ini damai dan tenteram tanpa ormas pengacau.

Semoga ini jadi pondasi kuat untuk pemerintah dalam membasmi ormas intoleran lainnya. Selamat. (Elang Salamina)

Categorised in:

No comment for Kado Buruk Buat HRS, FPI Resmi Dibubarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

iklan iklan