Menu Click to open Menus
TRENDING
iklan
Home » Ada Politik » Karma Ahok Kembali Makan Korban?

Karma Ahok Kembali Makan Korban?

(409 Views) November 18, 2020 6:53 pm | Published by | No comment
iklan

AdaNews.id-Dalam kehidupan sehari hari, kata karma sudah sering kita dengar. Karma hanya terdiri 5 hurup, tetapi mengandung makna mengerikan.

Menakutkan memang. Karmapala yang menjadi hukum timbal balik, sebab akibat dan tabur tuai ini bisa menimpa siapa saja bagi orang orang yang dzalim terhadap orang lain.

Kata pepatah, apabila kita menzdalimi orang baik, pasti akan mendapatkan karma yang lebih kejam. Ambil salah satu contoh apa yang terjadi pada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Mohon maaf. Di sini saya tidak bilang Ahok sebagai orang baik-baik. Tapi setidaknya Ahok pada saat “didzalimi” posisinya masih sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Sebagaimana kita ketahui, perhelatan Pilgub DKI 2017, terdapat tiga pasangan calon. Salah satunya pasangan Ahok-Djarot Saipul Hidayat. Tekanan politik terhadap pasangan ini sangatlah keras.

Kala itu, politik indentitas mencuat, gelombamg protes serta demo besar besaran pun seperti badai yang menuntut AHOK diadili dengan tuduhan penistaan agama, terkait surat Al – Maidah 51.

Saat putaran pertama, Ahok menempati perolehan suara tertinggi di banding dua pasangan lain. Namun memasuki putaran kedua, gelombang protes terhadap Ahok semakin deras. Beberapa tokoh Nasional ikut ke jalan menuntut Ahok diadili. Sebut saja, Ratna Sarumpaet, Ahmad Dani serta HRS dan kelompoknya.

Akibatnya, pasangan Ahok-Djarot tumbang oleh pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Namun menariknya tak sedikit pihak mengatakan, kekalahan Ahok bukan disebabkan oleh lemahnya popularitas. Akan tetapi, sebab permainan politik “kejam” dari pihak lawan.

Tuntuntan agar Ahok diadili berlanjut. Dan hasilnya, Ahok pun dinyatatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan divonis hukuman dua tahun penjara. Ahok terima putusan tersebut, meski dia menyebut siapapun pihaknya yang terbukti menjebloskan dirinya akan menerima karmanya.

Seiiring berjalan waktu, pernyataan Ahok mulai tampak menjadi kenyataan. Satu per satu orang yang pernah menuntutnya mendapatkan balasan yang lebih memalukan dan menyedihkan. Diantaranya, Ratna Sarumpaet.

Wanita yang disebut-sebut RA Kartini-nya era merdeka ini menjadi pesakitan. Berita bohongnya berujung penahanan.

Sekadar mengingatkan, awalnya Ratna mengaku dianiaya oleh sejumlah orang sehingga mukanya bonyok. Pengakuannya ini kemudian mendapat simpati sejumlah elite. Misal Fadli Zon, Amin Rais hingga Prabowo Subianto. Bahkan, mereka sempat menggelar jumpa pers agar kasus tersebut diusut tuntas.

Namun, sejumlah elite itu akhirnya kecele. Ratna Sarumpaet terbukti bersalah telah menyebarkan hoaks. Wajahnya bonyok bukan akibat dianiaya, melainkan operasi plastik gagal.

Setelah Ratna, menyusul nama Bumi Yani dan Ahmad Dani yang harus mendekam dalam hotel prodeo. Kemudian, yang sedang panas-panasnya saat ini adalah kasus Anies Baswedan.

Kemarin, Selasa (17/11/20), mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut dipanggil Polda Metro Jaya, karena diduga telah abai terhadap protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Alih-alih mencegah dan menindak pelaku pelanggaran prokes, Anies kesannya malah memfasilitasi terjadinya kerumunan massa pada acara nikahan putri Habib Rizieq, Sabtu (14/11/20). Fakta tak bisa dibantah, yang bersangkutan turut hadir pada acara dimaksud.

Bukan hendak mendahului aparat penegak hukum. Namun, jika aparat kepolisian Polda Metro serius menangani kasus tersebut, Anies bisa saja dijerat Pasal 93 Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan ancaman satu tahun penjara dan denda Rp100 juta.

Jika itu terjadi, apakah akibat dari karma Ahok? Wallahuallam Bhi Shawab. **Teguh Safary

Categorised in:

No comment for Karma Ahok Kembali Makan Korban?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

iklan iklan