Menu Click to open Menus
iklan
Home » Ada Politik » Membaca Arah Pertemuan Jokowi – Surya Paloh

Membaca Arah Pertemuan Jokowi – Surya Paloh

(112 Views) Mei 26, 2022 11:24 am | Published by | 1 Comment
iklan

AdaNews – PRESIDEN Joko Widodo mengadakan pembicaraan empat mata dengan Surya Paloh. Namun, isi pembicaraan tertutup yang berlangsung di Istana Negara, Selasa (24/5/2022) malam masih belum terungkap ke publik. Tak heran jika akhirnya pertemuan dua tokoh bangsa ini membuka beragam persepsi dan spekulasi di masyarakat. 

Penulis sendiri berpendapat, setidaknya ada dua alasan yang menjadikan Jokowi dan Surya Paloh ‘melepas kangen’ di Istana Negara.

Pertama, boleh jadi pertemuan itu membahas soal perombakan kabinet atau reshuffle yang terus tertunda sejak dihembuskan pada akhir tahun lalu. Diketahui, kader Nasdem menduduki beberapa pos kementerian. Meski sejauh ini kinerja para menterinya tidak banyak mendapat sorotan minor dari publik. Tapi, soal merebaknya kasus penyakit mulut dan kuku yang menyebabkan kematian hewan ternak ketika hendak menghadapi perayaan Idul Adha sangat mungkin jadi perhatian serius.

Untuk itu, boleh jadi. pertemuan yang terjadi sebagai upaya Surya Paloh untuk ‘membentengi’ para kader yang duduk di kursi menteri agar tetap aman.

Kedua, adalah soal Pilpres 2024. Sebagaimana diketahui, Jokowi dan Surya Paloh baru saja sama-sama mengungkapkan kesamaan pandangannya soal Pilpres 2024 mendatang. Keduanya menegaskan tidak akan buru-buru menentukan calon kandidat yang diusung dan didaftarkan ke KPU, pada September 2023 mendatang.

Jokowi di depan para pendukungnya yang tergabung dalam Relawan Pro Jokowi (Projo), di Magelang, akhir pekan lalu, meminta relawan ojo kesusu alias tidak usah buru-buru menentukan kandidat, sebelum dihelat pertemuan besar para relawan, yang kabarnya akan dihelat tidak lama lagi.

Eh, dua hari berselang, pernyataan serupa juga diungkapkan Surya paloh. Ketua Umum Partai Nasdem sekaligus pemilik media group itu menyatakan, tidak akan buru-buru membentuk koalisi. Demikian pula soal penentuan siapa nama Capres yang bakal diusungnya. Alasan Surya, karena masih  ada masalah internal yang harus dituntaskan.

Pernyataan Surya Paloh ini sedikit bertolak belakang dengan pernyataan sebelumnya. Pria asal Aceh itu pernah menegaskan bakal menghelat konvensi Capres pada tahun ini. Belum lagi, pada April 2022 lalu, Sekjen Partai Nasdem, Jhoni G Plate pernah mengungkapkan, pada pertengahan Juni tahun ini, Partai Nasdem akan menggelar rapat kerja nasional khusus. Agendanya khusus menetapkan kandidat capres hasil usulan dari DPW hingga ranting, yang konon katanya mengerucut pada tiga nama.

Menurut penulis, keseragaman pandangan Jokowi dan Surya Paloh tentu bukan sekadar kebetulan. Ada hal besar di balik pernyataan tersebut. Bisa jadi, keduanya memiliki visi dan misi serupa dalam melihat kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

Perlu dicatat, Surya Paloh merupakan pendukung utama Jokowi sejak Pilpres 2014 lalu. Bahkan, ketika PDIP sempat bimbang untuk kembali mencalonkan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, pria berjambang lebat ini malah mendeklarasikan partainya sebagai pendukung Jokowi. Saat itu, masih menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Dukungan terus berlanjut pada Pilpres 2019. Bahkan, Surya Paloh saat meresmikan Nasdem Tower, Februari 2022 lalu, juga menyatakan, pihaknya tidak akan ragu kembali mendukung Jokowi, seandainya konstitusi memperbolehkan jabatan presiden tiga periode.

Nasdem merupakan partai kelima terbesar di Tanah Air dalam Pemilu 2019. Keberhasilannya mendulang suara sebanyak itu tentu. tidak bisa dipisahkan dari dukungangnya terhadap Jokowi dalam Pemilu 2014 dan 2019. Hal ini mungkin saja membuat Surya Paloh sangat menaruh hormat pada Jokowi.

Kedekatan Jokowi dan Surya Paloh yang terjalin hampir 10 tahun ini, tidak menutup kemungkinan tercipta chemistry keduanya dalam memandang sosok ideal dalam memimpin bangsa ini mulai Oktober 2024 mendatang.

Hubungan yang saling menguntungkan ini, tidak menutup kemungkinan akan terus dilestarikan pada Pemilu 2024. Indikasi tersebut tampak ketika Bendahara Nasdem Ahmad Sahroni bersilaturhami ke Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Pembicaraan keduanya terkait dengan Pilkada DKI Jakarta.

Bahkan, Ahmad Sahroni tanpa sungkan mengajak anak sulung Jokowi itu pindah ke Jakarta. Tentu, mengajak berduet dalam Pilkada Serentak pada November 2024 mendatang. Wakil Ketua Komisi III DPR yang juga pengusaha tajir berjuluk ‘Sultang Tanjung Priok’ ini seolah mencuri start untuk kampanye bersama Gibran dalam memimpin Jakarta.

Fenomena Sahroni tersebut bisa jadi mencerminkan skala besar sikap Partai Nasdem melihat Jokowi hingga trahnya. Nasdem masih melihat kekuatan riil Jokowi terkait dengan dukungan masyarakat dan dari organisasi relawan yang masih eksis hingga saat ini.

Penyataan Nasdem dan Jokowi akan menjadi lokomotif baru yang bakal bisa membawa banyak gerbong. Jika kombinasi Nasdem dan relawan bisa menyatu, diperkirakan bisa memberi daya pikat bagi parpol politik lainnya.  

Tentunya, kunci utama terletak pada calon presiden yang bakal dijagokan. Calon tersebut, tentunya yang bisa meneruskan berbagai program yang sudah dirintis Jokowi. Misalnya, berbagai pembangunan infrastruktur, proyek lumbung pangan, dan banyak program lainnya, termasuk pembangunan Ibukota Negara Nusantara (IKN).

Mengenai sosok yang bakal diusung sebagai kandidat capres, tentu pembaca sudah tahu jawabannya. Semoga sama dengan yang dipikirkan Jokowi dan Surya Paloh. (Daku)

Tags: , , , ,
Categorised in:

1 Komentar for Membaca Arah Pertemuan Jokowi – Surya Paloh

  • Hi Abdurachman berkata:

    Ketika kita mengomentari suatu tulisan yg bernuansa dugaan, tentu komentarnyapun pasti menduga duga; oleh karena itu saya mencoba mempelajari judul tulisan yang di lansir ada news, maka saya menduga pertemuan Jokowi Surya Paloh merespons adanya koalikoalisi GPP utk pencapresan 2024; karena kita tau SP lah yang paling dominan mendukung Jokowi, pasti yg dibicarakan siapa yg paling tepat utk dicadikan calon Presiden 2024-2029 yg juga bisa melanjutkan program Jokowi, utamanya infrastructure plus INK dan saya yakin sudah ada dikantong Jokowi-Surya Paloh, yang kedua belum jelas nya PDIP siapa Sosok calonnya yg pas utk pilpres 2024 nanti, yang ketika juga masalah migor yg belum tunas dan tentu masalah reshuffle Kabinet yg kitapun sudah perlu ada pergantian Menteri yg dianggap gagal dalam bekerjanya, walaupun itu hak prerogratip Presiden, kalau boleh saya bicara harus kita akui filling politik SP memang sangat cerdas membaca tanda tanda ja man yang kemudian dijabarkan & diimplementasikan melalui dialog2 politik yang intens terukur utk menentukan calon terbaik sekali gus memenangkan dalam Pilpres 2024 nanti, dan saya yakin Ganjar Pranowo masuk dalam jawab candradimukanya Jokowi-SP dan sekali gus kedua tokoh bangsa ini menjadi play makker politik Indonesia saat ini dengan Yargon revolusi mental- restorasi, Inshaa Alloh Indonesia tetap Jaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

iklan iklan