Menu Click to open Menus
iklan
Home » Ada Politik » Partai Banteng Bersandiwara?

Partai Banteng Bersandiwara?

(63 Views) Mei 24, 2022 12:34 pm | Published by | No comment
iklan

AdaNews – Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan pesta demokrasi yang menentukan nasib partai politik. Apakah mendapatkan kejayaan dengan memperoleh suara signifikan atau malah suara yang ada entah kemana.

Di Pemilihan Presiden (Pilpres), ada partai politik yang sukses dan mendapat jabatan menteri, namun ada pula yang menjadi oposisi dan tidak mendapat apa-apa. Saat ini oposisi hanya diisi oleh Partai Demokrat dan PKS.

Banyak hal yang telah dilakukan partai-partai politik menjelang Pilpres 2024 untuk merintis jalan sukses. Sebut saja sang ketua umum yang kasak-kusuk melakukan lobi-lobi politik, silaturahmi politik hanya demi melihat beragam kemungkinan.

Hasil dari segala ragam cara di atas, terwujudlah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang berisikan Partai Golkar, PAN dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Mereka sudah ‘mengikat’ janji untuk saling bekerja sama, baik di Pilpres maupun Pilkada tingkat Provinsi dan kabupaten atau kota.

Selain KIB, partai-partai politik lain juga ada yang terus berusaha meningkatkan elektabilitas jagoannya agar pantas maju sebagai Capres atau Cawapres. Salah satunya adalah PDI Perjuangan.

Sebagai partai pemenang Pemilu pada dua periode sebelumnya, PDI Perjuangan diyakini ingin kembali mengulang kisah sukses mereka sebagai jawara serta sukses mendorong kadernya menjadi Presiden. Keinginan tersebut sepertinya bukan isapan jempol. Pasalnya, berdasarkan hasil survei beberapa lembaga masih menempatkan mereka dengan elektabilitas paling tinggi.

Selain itu, PDI Perjuangan juga memiliki kader-kader terbaik yang dianggap siap untuk nyapres. Ada Tri Rismaharani, Ganjar Pranowo dan Puan Maharani. Meski diantara ketiganya, Ganjar dianggap memiliki peluang paling besar, karena elektabilitasnya paling tinggi. Ini pula yang akhirnya menyebabkan para pengamat memprediksi, kemenangan PDI Perjuangan bakal jauh lebih besar apabila mencalonkan Ganjar Pranowo.

Ya, benar. Hasil survei tersebut bukan lagi hal mengagetkan. Pasalnya, semenjak lembaga-lembaga survei mulai mengotak-atik analisa dan angka-angka Pilpres 2024, nama Ganjar Pranowo tak pernah lepas dari tiga besar. Dia bersaing ketat dengan Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

Namun, politik tetaplah politik, tak bisa dihitung pasti secara matematis. Ganjar Pranowo yang sejatinya menjadi ‘anak emas’ PDI Perjuangan justru malah ‘dianak tirikan’. Partai yang dinahkodai Megawati Soekarno Putri ini lebih condong terhadap sang puteri mahkota, Puan Maharani.

Jujur, dengan segala peristiwa politik yang terjadi di internal partai banteng, penulis jadi curiga. Tidak menutup kemungkinan, mereka sebenarnya sedang bersandiwara atau sengaja melakukan dramaturgi politik. Seolah-olah Ganjar dengan Puan tidak akur. Padahal, di belakang panggung sebenarnya mereka menginginkan publisitas yang sama.

Dalam hal ini, masyarakat akan membicarakan soal PDIP, soal Puan, dan tentu saja soal Ganjar Pranowo. Publisitas ini kemudian dimanfaatkan sedemikian rupa agar 2024 nanti mereka menikmati keuntungannya.

Kenapa penulis berpikiran demikian? Karena rasanya aneh saja jika PDI Perjuangan sebagai partai yang sudah kenyang pengalaman melakukan hal yang out of the box. Mereka seolah lebih memilih jalan terjal dan penuh liku. Padahal, dihadapannya ada kesempatan emas yang jauh lebih mudah dan hasilnya pun kemungkinan besar berhasil.

PDI Perjuangan bersusah payah mengejar elektabilitas dan popularitas Puan Maharani agar tetap maju sebagai Capres atau Cawapres, meski elektabilitas dan popularitasnya jauh di bawah Ganjar.

Penulis masih ingat, beberapa media mainstream memberitakan hal memalukan. Kala itu, Puan Maharani berbelanja di pasar tradisional Solo. Namun, para pedagang di sana banyak yang tidak mengenal Ketua DPR RI tersebut. Menilik hal tersebut, sepertinya PDI Perjuangan kudu mempertimbangkan kembali keputusannya.

Sedangkan dilain pihak, Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas dan popularitas sangat tinggi. Dia juga memiliki kelebihan lain dibanding Puan, sehingga layak masuk hitungan. Ganjar berpengalaman menjadi pemimpin masyarakat sipil dua periode dan cukup dekat dengan rakyat kecil.

Jadi, sangat mungkin jika di detik-detik akhir nanti, PDI Perjuangan akhirnya memutuskan untuk mengusung Ganjar Pranowo jadi Capres 2024. Mungkin dan itulah politik. (Elang Salamina)

No comment for Partai Banteng Bersandiwara?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

iklan iklan