Menu Click to open Menus
TRENDING
iklan
Home » Ada Serba Serbi » Pinjaman KUR Dipersulit

Pinjaman KUR Dipersulit

(216 Views) Januari 6, 2021 5:38 pm | Published by | No comment
iklan

AdaNews.id-Masa pandemi berdampak besar ke berbagai sektor. Salah satunya usaha produktif kaum ekonomi usaha Mikro. Mau tidak mau adanya pandemi berdampak besar terhadap usaha yang di jalankan sebagian orang. Untuk mengatasi kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi covid 19 dimaksud, sebagian kalangan banyak yang mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan baik bank maupun non bank.

Untuk mengatasi beban ekonomi masyarakat akibat pademi dimaksud, Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan khusus, salah satunya yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui beberapa Bank yang di tunjuk.Tentu program tersebut disambut antusias oleh masyarakat khususnya kelas menengah ke bawah. hal ini dikarenakan bunga yang relatif kecil.

Sehingga dengan adanya pinjaman modal dengan tingkat suku bunga kecil, dapat menjadi salah satu jalan memperoleh modal guna memulihkan perekonomian akibat pandemi.

Namun, niat baik serta mulia dari Pemerintah tersebut ternyata tidak se indah yang dibayangkan. Pasalnya, masih terhalang aturan perbankan yaitu Cek BI.

Tidak sedikit masyarakat sebelum masa pandemi memiliki kredit baik konsumtif maupun produktif terganggu stabilitas ekonominya dalam memenuhi kewajibannya, sekalipun adanya program restrukturisasi dari pihak pemerintah melalui lembaga keuangan untuk para debitur yang memiliki kredit dan terdampak karena masa pandemi sehingga sulit dalam memenuhi kewajiban karena pengajuan program restrukturisasi ditolak karena berbagai hal salah satunya masalah komunikasi antara lembaga keuangan dengan pihak debitur sehingga kewajiban debitur menjadi telat.Tentu berdampak terhadap kolektibilitas kelancaran debitur dalam pembayaran kreditnya.

Salah satu contoh yang merasa dirugikan atas kolektabilitas tersebut, sebut saja A. Dimana sebelum masa pandemi ia memiliki cicilan kendaraan roda empat, ia melakukan pembayaran secara lancar. Namun dengan adanya pademi covid 19 berdampak sekali terhadap kredit yang dimilikinya.

alhasil ia mengajukan restrukturisasi kredit, namun restrukturisasi itu keluar setelah 3 bulan dari pengajuan dan keluar hasil penolakan restrukturisasi dikarenakan alasan bahwa susah untuk berkomunikasi. Sementara dalam waktu tersebut usaha tidak berjalan dan mau tidak mau ini tentu berdampak besar terhadap angsuran yang dimilikinya.

Sehingga kolektibilitas kreditnya mengalami keterlambatan selama 3 bulan

Namun mau tidak mau hidup harus terus berjalan dengan berusaha seadanya dan memaksimalkan usaha sedikit demi sedikit ia menutupi cicilannya dari usaha lain di luar usahanya dan banting setir demi memenuhi kewajibannya.

Setelah adanya program KUR dari pemerintah dengan tingkat suku bunga hanya 6% maka itu merupakan jalan terbaik yang harus di pilih untuk memulihkan perekonomiannya. Dengan sisa modal yang dimiliki dari usahanya ia bayarkan semua bentuk cicilan dengan harapan semua cicilan yang ada lunas dan dapat mengajukan program KUR untuk memulai usahanya kembali.

Sekalipun cicilan tersebut masih lumayan jauh jatuh temponya. Semua cicilan yang ia miliki sebelum masa pandemi, dia lunasi dengan sisa modal usaha yang ada dengan harapan agar dapat memperoleh KUR dari program pemerintah melalui salah satu bank yang dipercaya Pemerintah.

Diajukanlah pengajuan kredit pada bank A dengan menceritakan kronologis sebelum pihak bank melakukan BI cheking, karena sedikitnya dia memahami dan menyadari adanya keterlambatan pada pembiayaan sebelumnya. Dengan harapan setelah si sumber melunasi semua angsuran kreditnya berupa kendaraan roda 4 dan roda 2.

Namun ternyata, adanya keterlambatan pada kredit sebelumnya tetap menjadi penghalang dalam memperoleh modal usaha dengan alasan kolektibilitas kreditnya. Dengan kata lain bisa mengajukan kembali kredit setelah 6 bulan dari Hasil BI Cheking saat pengajuan.

Padahal, Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang dapat mempermudah calon debitur guna mendapatkan pinjaman KUR dengan adanya poin yang menyatakan bahwa dalam pengajuan kredit KUR bisa dilakukan oleh debitur yang memiliki kredit atau angsuran, namun telah melakukan pelunasan pada kredit sebelumnya dengan melampirkan bukti pelunasannya.

Dengan adanya poin dimaksud tentu satu bentuk kebijakan Pemerintah yang mungkin tanpa harus menunggu Cek BI terlebih dahulu apalagi sampai 6 bulan lamanya. Namun kenyataannya, poin dimaksud diduga tidak berlaku, karena menurut pihak Bank tetap harus ada keluar Cek BI terlebih dulu.

Dengan terkesan dipersulitnya pinjaman KUR oleh salah satu bank unit ini, penulis beranggapan, bank yang dimaksud dipertanyakan keseriusannya dalam menjalankan program Pemerintahan Jokowi yang baik dan mulia ini. (Teguh Safary).

Categorised in:

No comment for Pinjaman KUR Dipersulit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

iklan iklan